PT Trimuda Nuansa Citra Tbk adalah perusahaan di balik Garuda Express Delivery (GED), salah satu nama yang cukup dikenal di jasa pos, kurir, dan logistik Indonesia. Sejarahnya sudah dimulai sejak pertengahan dekade 1990-an, jauh sebelum industri logistik ramai oleh gelombang e-commerce seperti sekarang.
Sejarah dan Pendirian Perusahaan
Akta pendiriannya, Akta No. 21, disahkan pada 4 Mei 1995 di hadapan Notaris H. Asmawel Amin di Jakarta. Dua tahun kemudian, ada penyesuaian untuk mengikuti Undang-Undang No. 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, tercatat lewat Akta Perubahan No. 25 tanggal 15 Agustus 1997.
Nama besar di balik brand GED bukan kebetulan. Pada 1998, Trimuda Nuansa Citra menggandeng jajaran Direksi Garuda Indonesia Airlines untuk membentuk unit usaha pengiriman ekspres ini, kolaborasi yang jadi cikal bakal salah satu jasa kurir paling dikenal di Indonesia.
Lini Bisnis dan Layanan
Bersama anak usahanya, PT GED Lintas Indonesia, TNCA menjalankan bisnis pos, kurir, dan logistik dengan portofolio yang cukup lebar. Selain kurir reguler lewat darat, laut, dan udara, mereka menangani pergudangan dan fulfillment, trucking dengan pemantauan GPS real-time, serta jasa mover untuk relokasi kargo rumah dan kantor.
Ada juga segmen yang lebih spesifik: pengiriman barang berbahaya, kiriman medis, barang berharga, sampai cold storage untuk produk yang butuh suhu terjaga seperti vaksin dan makanan beku. Segmen-segmen ini biasanya bukan bisnis utama kurir kelas menengah, tapi justru jadi salah satu pembeda TNCA dibanding kompetitor sejenis. Layanan pos konvensional, termasuk surat dan transaksi keuangan lewat kantor pos, masih berjalan sebagai warisan dari lini bisnis awal perusahaan.
Struktur Kepemilikan dan Status Publik
TNCA resmi jadi perusahaan terbuka pada 28 Juni 2018, setelah mendapat pernyataan efektif dari OJK pada 8 Juni di tahun yang sama. IPO-nya melepas 200 juta lembar saham dengan nilai nominal Rp100 per lembar, dijual seharga Rp150 per saham ke publik.
Tiga entitas memegang saham signifikan di TNCA: PT Mila Travel Bureau (21,73%), PT Carita Karya Graha (18,97%), dan PT Asuransi Intra Asia (11,86%). Dana IPO sebagian besar, sekitar 71,88 persen atau setara Rp18.688.500.000, dipakai untuk melunasi kekurangan pembayaran harga tanah. Sisanya, 28,12 persen, jadi modal kerja.
Jaringan Operasional
Kantor pusat TNCA ada di Wisma Intra Asia, Ground Floor, Jl. Prof. Dr. Soepomo SH No. 58, Jakarta Selatan. Jaringannya menyebar lewat tiga kantor cabang, empat agen eksklusif, dan 37 agen di berbagai wilayah Indonesia, dengan jumlah karyawan berkisar 201 hingga 500 orang.
Skala ini menempatkan TNCA sebagai pemain menengah di industri logistik nasional: cukup mapan untuk melayani kebutuhan korporasi dan personal, meski jauh dari raksasa ekspedisi berjaringan ribuan titik.
Visi dan Misi Perusahaan
TNCA menyatakan visinya sebagai solusi logistik pilihan pelanggan lewat layanan berkualitas. Misinya mencakup tiga hal: mengutamakan kualitas layanan, mendorong inovasi dan teknologi untuk menambah nilai bagi pemangku kepentingan, dan memberi komitmen pengembangan karier bagi karyawan.
Kinerja Keuangan Terkini
TNCA mencatat kerugian bersih Rp3,15 miliar pada kuartal terakhir yang dilaporkan, melebar dari kerugian Rp1,47 miliar pada kuartal sebelumnya. Kapitalisasi pasarnya berada di kisaran Rp57,76 miliar, dengan volatilitas saham 8,70 persen dan koefisien beta 1,33. Perusahaan belum pernah membagikan dividen dan tidak menyebutkan rencana untuk itu dalam waktu dekat.
Bagi yang tertarik mengoleksi sahamnya, catatan kerugian dua kuartal berturut-turut dan volatilitas yang cukup tinggi ini layak dipertimbangkan matang-matang bersama penasihat keuangan sebelum mengambil keputusan investasi.
FAQ
Sejak kapan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk menjadi perusahaan publik?
Sejak 28 Juni 2018, ketika sahamnya resmi tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode TNCA.
Apa hubungan PT Trimuda Nuansa Citra Tbk dengan Garuda Indonesia?
GED lahir pada 1998 dari kolaborasi Trimuda Nuansa Citra dengan jajaran Direksi Garuda Indonesia Airlines, meski sejak itu GED berjalan sebagai unit usaha logistik tersendiri di bawah TNCA, bukan bagian dari Garuda Indonesia.





