Profil Ace Hardware Indonesia Tbk, Kini Jadi AZKO

Admin KerjabosMinggu, 19 Juli 2026 | 15:10 WIB
Profil Ace Hardware Indonesia Tbk, Kini Jadi AZKO
Profil Ace Hardware Indonesia Tbk, Kini Jadi AZKO

PT Ace Hardware Indonesia Tbk sebenarnya sudah tidak beroperasi dengan nama itu lagi. Sejak 1 Januari 2025, jaringan ritel yang dulu dikenal luas sebagai Ace Hardware ini resmi berganti identitas menjadi AZKO, di bawah bendera perusahaan yang juga telah berganti nama menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.

Kode sahamnya di Bursa Efek Indonesia tetap sama, ACES, sehingga banyak investor dan pelanggan lama masih mengenalinya lewat kode ticker tersebut meski nama dagangnya sudah berbeda total.

Perubahan ini bukan sekadar rebranding kosmetik. Ada alasan bisnis yang cukup mendasar di baliknya, dan perjalanan panjang perusahaan sejak berdiri di Indonesia tahun 1995 menjadi kunci untuk memahami mengapa transformasi ini terjadi.

Awal Mula sebagai Pemegang Lisensi Ace Hardware

Perusahaan ini didirikan pada 1995 sebagai bagian dari Kawan Lama Group, konglomerasi ritel dan distribusi peralatan teknik yang sudah lama berdiri di Indonesia.

Saat itu, Kawan Lama mendapatkan lisensi resmi dari Ace Hardware Corporation asal Amerika Serikat untuk mengoperasikan jaringan toko perkakas dan perlengkapan rumah tangga di Tanah Air. Gerai pertamanya dibuka di Supermal Karawaci, Tangerang, dan dari sana ekspansi berlangsung cukup cepat ke berbagai kota besar.

Pada 2007, perusahaan mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan kode ACES. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain ritel home improvement terbesar di Indonesia, dengan model bisnis yang mengandalkan luas area toko besar, variasi produk mencapai puluhan ribu jenis barang, dan konsep belanja yang menggabungkan kebutuhan perkakas dengan gaya hidup.

Dalam kurun waktu hampir tiga dekade, jaringan tokonya berkembang hingga ratusan gerai tersebar di puluhan kota, termasuk toko flagship di Living World Alam Sutera, Tangerang, yang sempat disebut sebagai salah satu gerai Ace Hardware terbesar di dunia.

Mengapa Nama Ace Hardware Ditinggalkan

Titik baliknya terjadi pada 7 Juni 2024. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, manajemen memutuskan mengubah nama perseroan dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk.

Keputusan ini berbarengan dengan pilihan untuk tidak memperpanjang perjanjian lisensi dengan Ace Hardware International Holdings, Ltd, yang berakhir pada 31 Desember 2024 setelah kerja sama berjalan selama 29 tahun.

Direktur Aspirasi Hidup Indonesia, Gregory S. Widjaja, menyampaikan bahwa keputusan ini sejalan dengan arah pengembangan bisnis perusahaan untuk masa depan, terutama dalam merespons perubahan tren pasar dan preferensi konsumen yang terus bergeser.

Dengan melepas lisensi merek asing, perusahaan mendapat keleluasaan penuh untuk membangun identitas yang lebih sesuai dengan karakter pasar lokal, tanpa terikat aturan waralaba internasional.

Nama AZKO sendiri dipilih dengan makna khusus. Dua huruf pertama, A dan Z, merepresentasikan cakupan produk yang lengkap dari A hingga Z. Sementara KO diambil dari kata komprehensif dan kolaboratif, menggambarkan layanan menyeluruh yang ingin ditawarkan kepada pelanggan.

Peluncuran identitas baru ini dilakukan secara simbolis pada malam pergantian tahun di Bundaran HI, Jakarta, sebelum toko konsep baru pertamanya dibuka di Living World Alam Sutera pada 9 Januari 2025.

Portofolio Bisnis di Bawah Aspirasi Hidup Indonesia

Setelah transisi ini, AZKO menjadi merek utama untuk gerai bekas Ace Hardware, dengan proses penggantian signage di ratusan toko yang ditargetkan rampung dalam kuartal pertama 2025.

Namun perubahan konsep toko menjadi format next-gen yang lebih interaktif dan modern direncanakan berlangsung bertahap hingga tiga tahun ke depan.

Selain AZKO, perusahaan juga mengembangkan NEKA, format toko yang menyasar segmen kebutuhan rumah tangga di kawasan sub-urban dengan skala lebih kecil dibanding AZKO.

Di luar dua merek ini, grup usaha yang sama juga menaungi ATARU, Pendopo, dan Toys Kingdom untuk kategori produk spesifik, serta ruparupa sebagai platform belanja daring yang menyatukan berbagai merek ritel dalam satu ekosistem digital.

Diversifikasi format toko ini menjadi salah satu strategi utama perusahaan untuk menjangkau segmen pasar yang lebih luas dibanding era ketika masih beroperasi tunggal sebagai Ace Hardware.

Bagaimana Kinerja Bisnisnya Setelah Bertransformasi

Data yang dipublikasikan perusahaan menunjukkan transisi merek ini tidak mengganggu fundamental bisnis secara signifikan. Sepanjang 2024, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat Rp892 miliar, tumbuh 15,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Momentum ini berlanjut memasuki 2026.

Pada kuartal pertama tahun ini, penjualan bersih perusahaan naik 10,1 persen menjadi sekitar Rp2,35 triliun, sementara laba tahun berjalan tumbuh 18,3 persen menjadi Rp163,59 miliar, didorong momentum Ramadan dan Idulfitri yang lebih kuat dibanding periode sama tahun sebelumnya.

Perusahaan juga mencatatkan pertumbuhan penjualan gerai yang sudah beroperasi (same store sales growth) sebesar 4,3 persen pada kuartal tersebut, dengan Jakarta dan wilayah Jawa sebagai kontributor utama.

Hingga akhir Maret 2026, jaringan toko di bawah Aspirasi Hidup Indonesia mencapai 279 gerai, terdiri dari 267 toko AZKO dan 12 toko NEKA, tersebar di berbagai wilayah termasuk ekspansi ke kawasan timur Indonesia seperti Papua.

Meski demikian, sejumlah analis pasar modal mencatat bahwa pendapatan sempat cenderung stagnan pada beberapa kuartal transisi tahun 2025, sebelum kembali menunjukkan akselerasi pada awal 2026 seiring perbaikan daya beli masyarakat.

Bagi konsumen yang selama ini terbiasa berbelanja di Ace Hardware, perubahan paling terasa ada pada nama toko dan tampilan gerai, sementara jaringan distribusi, lokasi, dan sebagian besar kategori produk relatif tidak berubah drastis.

Bagi investor, yang perlu dicermati adalah bagaimana AZKO membangun kekuatan merek dari nol tanpa lagi menumpang popularitas nama Ace Hardware yang sudah dikenal puluhan tahun, sekaligus bagaimana ekspansi ke kota lapis dua dan tiga lewat format NEKA akan memengaruhi margin bisnis dalam beberapa tahun mendatang.

FAQ

Apakah kode saham ACES ikut berubah setelah pergantian nama perusahaan?

Tidak. Meski nama perseroan berubah dari PT Ace Hardware Indonesia Tbk menjadi PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk, kode saham di Bursa Efek Indonesia tetap menggunakan ticker ACES.

Apakah semua gerai Ace Hardware di Indonesia sudah berganti nama menjadi AZKO?

Sebagian besar gerai sudah mengalami penggantian signage sejak awal 2025, meski perubahan konsep toko ke format baru yang lebih modern masih berlangsung bertahap dan ditargetkan rampung dalam beberapa tahun ke depan.

Apa hubungan AZKO dengan merek Ace Hardware di negara lain?

Setelah lisensi dengan Ace Hardware International Holdings tidak diperpanjang per akhir 2024, AZKO beroperasi sebagai merek independen milik PT Aspirasi Hidup Indonesia Tbk dan tidak lagi terafiliasi dengan Ace Hardware Corporation di Amerika Serikat.