Profil Tempo Scan Pacific, Perusahaan Farmasi Pemilik Bodrex

Admin KerjabosKamis, 9 Juli 2026 | 11:30 WIB
Mengenal Tempo Scan Pacific dari Sejarah hingga Bisnisnya
Mengenal Tempo Scan Pacific dari Sejarah hingga Bisnisnya

Nama Bodrex, Oskadon, dan Hemaviton akrab di telinga banyak orang Indonesia, tapi tidak semua tahu bahwa ketiganya berasal dari satu perusahaan yang sama: PT Tempo Scan Pacific Tbk (TSPC). Artikel ini adalah liputan latar belakang yang merangkum sejarah, struktur bisnis, hingga kondisi terkini perusahaan farmasi yang sudah beroperasi lebih dari tujuh dekade tersebut.

Berawal dari Perusahaan Dagang Kecil

Cikal bakal Tempo Scan Group bermula dari pendirian PT PD Tempo pada 3 November 1953, saat itu berupa usaha dagang produk farmasi yang berkantor di Jalan Kramat Raya, Jakarta. Bisnis ini kemudian tumbuh lewat pendirian sejumlah pabrik, di antaranya NV IPI di Kemayoran yang memproduksi vitamin dan obat resep, serta PT Scanchemie yang berdiri di Cawang pada 20 Mei 1970 dan mulai memproduksi Bodrex, Bodrexin, dan Hemaviton — tiga merek yang hingga kini masih jadi andalan perusahaan.

Entitas usaha ini direstrukturisasi pada 1991, sebelum akhirnya PT Tempo Scan Pacific resmi melantai di Bursa Efek Jakarta pada 24 Mei 1994. Sejak IPO itu, perusahaan berjalan dengan dua divisi utama: farmasi, serta produk konsumen dan kosmetika.

Satu babak penting lain terjadi di tengah krisis moneter 1997–1998, ketika TSPC berhasil melunasi seluruh utangnya sebesar 105 juta dolar AS — pencapaian yang saat itu membuat Asian Wall Street Journal menyebut perusahaan ini sebagai salah satu korporasi Indonesia yang menghormati kewajiban internasionalnya.

Ekspansi ke luar negeri menyusul kemudian: perluasan pasar ke Thailand pada 2007, disusul pendirian anak usaha di Filipina pada 2010 dan Malaysia pada 2012. Untuk memperkuat sisi produksi, perusahaan juga meresmikan fasilitas manufaktur modern di kawasan East Jakarta Industrial Park (EJIP), Cikarang, yang diresmikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 18 April 2006.

Tiga Pilar Bisnis dan Portofolio Merek

Saat ini TSPC menjalankan usahanya lewat tiga segmen: farmasi, produk konsumen dan kosmetik, serta jasa distribusi. Di lini farmasi, perusahaan memproduksi obat bebas (over the counter) yang menjadi fokus utamanya, seperti Bodrex, Oskadon, dan Neo Rheumacyl, di samping obat berdasarkan resep dokter (ethical).

Di lini konsumen dan kosmetik, nama-nama seperti Hemaviton, Vidoran, Marina, My Baby, dan Total Care menyasar kebutuhan sehari-hari mulai dari suplemen, perawatan bayi, hingga perawatan pribadi.

Selain manufaktur, kelompok usaha ini juga merambah rantai distribusi lewat anak usahanya, TLOG, yang mengelola distribution center dan fulfillment center di sejumlah kota seperti Bekasi, Cikarang, Surabaya, dan Bandar Lampung, termasuk layanan pemenuhan pesanan untuk kebutuhan e-commerce.

Produk-produk TSPC juga sudah menembus pasar ekspor ke kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, hingga Afrika. Kantor pusat perusahaan berada di Tempo Scan Tower, Jalan H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan, dengan mayoritas saham dikuasai oleh PT Bogamulia Nagadi.

Kondisi Bisnis Terkini

Sebagai gambaran skala usaha saat ini, laporan keuangan tahun buku 2025 yang dipublikasikan akhir Maret 2026 mencatat penjualan bersih TSPC sebesar Rp14,05 triliun, naik 2,56 persen dari Rp13,65 triliun pada 2024. Pasar domestik masih mendominasi dengan kontribusi Rp13,43 triliun, sementara penjualan ekspor tumbuh menjadi Rp565,95 miliar.

Dari sisi segmen, kontribusi penjualan eksternal tercatat Rp4,81 triliun dari farmasi, Rp4,85 triliun dari produk konsumen dan kosmetik, serta Rp4,33 triliun dari jasa distribusi — komposisi yang menunjukkan ketiga lini usaha berjalan relatif berimbang.

Di sisi laba, perusahaan mencatat laba bersih Rp1,41 triliun pada 2025, turun 2,8 persen dibanding Rp1,44 triliun pada 2024, akibat tekanan biaya di tengah kondisi pasar yang menantang.

Meski begitu, fondasi neraca tetap kokoh: total aset naik 4,77 persen menjadi Rp13,08 triliun, ekuitas tumbuh 5,56 persen menjadi Rp9,66 triliun, dan posisi kas meningkat menjadi Rp4,63 triliun. Analis pasar modal menilai daya tahan bisnis TSPC tertolong oleh segmen consumer health yang bersifat defensif, dengan brand equity produk yang cenderung inelastis terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Status Terkini

Tempo Scan Pacific saat ini tetap beroperasi sebagai salah satu pemain utama industri farmasi dan produk konsumen di Indonesia, dengan portofolio merek yang sudah dikenal luas dan jaringan bisnis yang merentang dari manufaktur hingga distribusi.

Sebagai perusahaan terbuka, kinerja keuangannya akan terus diperbarui setiap kuartal, sehingga gambaran bisnis di atas berpotensi berubah mengikuti laporan keuangan berikutnya, termasuk perkembangan strategi perusahaan dalam merespons tekanan biaya dan volatilitas pasar yang masih berlangsung.