PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk adalah perusahaan agribisnis milik Grup Bakrie yang bergerak di perkebunan dan pengolahan kelapa sawit, karet, serta oleokimia, dengan kode saham UNSP di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan ini berdiri sejak 1911, mencatatkan sahamnya di bursa sejak 1990, dan sampai sekarang masih beroperasi dengan basis kebun utama di Kisaran, Sumatera Utara, meski kantor pusat administratifnya ada di Jakarta.
Identitas Resmi Perusahaan
Sebelum masuk ke sejarah dan bisnisnya, ini data dasar yang biasanya dicari orang lebih dulu:
| Data | Keterangan |
|---|---|
| Nama resmi | PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk |
| Kode saham | UNSP (Bursa Efek Indonesia) |
| Bidang usaha | Perkebunan dan pengolahan sawit, karet, oleokimia |
| Tahun berdiri | 1911 |
| Tahun IPO | 1990 (di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, saat itu) |
| Kantor pusat operasional | Jl. Ir. H. Juanda, Kisaran 21202, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara |
| Corporate center | Bakrie Tower Lantai 19, Komplek Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Jakarta Selatan 12960 |
| Induk grup | Bakrie Group |
| Modal dasar | Rp1.500.000.000.000 |
| Modal ditempatkan dan disetor | Rp1.372.047.138.600 |
Alamat operasional di Kisaran ini bukan basa-basi administratif. Di situ juga lokasi kebun tertua perusahaan dan jalur kereta api pengangkut karet yang masih dipakai sampai sekarang, peninggalan dari era sebelum Bakrie masuk.
Sejarah: dari Kebun Karet Kolonial sampai Jadi Bendera Bakrie
Perusahaan ini awalnya bukan milik Bakrie sama sekali. Bakrie Sumatera Plantations pertama kali berdiri pada 1911 dengan nama N.V. Hollandsch Amerikaanse Plantage Maatschappij, membuka perkebunan karet pertamanya di Kisaran.
Beberapa tahun kemudian diakuisisi oleh grup asal Amerika Serikat, United States Rubber Company, dan namanya berubah-ubah mengikuti pemiliknya. Berturut-turut perusahaan ini pernah bernama United States Rubber Sumatra Plantations, lalu Uniroyal Sumatra Plantations, sebelum akhirnya jadi United Sumatra Plantations.

Titik balik terjadi pada 1986, ketika PT Bakrie & Brothers masuk sebagai pemegang saham mayoritas. Empat tahun berselang, tepatnya 1990, perusahaan melepas 30% sahamnya ke publik lewat Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya, jadilah UNSP resmi tercatat sebagai emiten.
Nama “PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk” yang dipakai sampai sekarang baru resmi digunakan pada 1992, bersamaan dengan langkah perusahaan masuk serius ke bisnis kelapa sawit lewat pembukaan kebun di Pasaman dan akuisisi kebun di Bah Jambi. Sebagian kebun karet lama bahkan dikonversi jadi kebun sawit karena dianggap lebih menguntungkan pada masa itu.
Jadi kalau ada yang mengira UNSP itu “perusahaan sawit dari lahir”, sebenarnya akarnya justru dari karet zaman kolonial, dan usianya sudah lebih dari satu abad.
Bisnis Inti dan Anak Usaha
Perusahaan mengelola perkebunan sawit dan karet dengan luas gabungan diperkirakan mencapai seratus ribu hektare, tersebar di beberapa provinsi Sumatera dan sebagian Kalimantan. Bisnisnya terbagi tiga segmen. Pertama, sawit dan turunannya, mulai dari kebun sampai pengolahan crude palm oil dan inti sawit yang dipakai industri minyak goreng, margarin, sabun, sampai bahan bakar nabati. Kedua, karet alam olahan yang dijual untuk kebutuhan ban, sarung tangan, sampai alat kesehatan. Ketiga, oleokimia, yaitu pengolahan turunan sawit jadi bahan baku produk konsumen sehari-hari seperti fatty acid, gliserin, dan stearin.
UNSP bukan cuma satu perusahaan, melainkan induk dari belasan anak usaha yang masing-masing punya peran spesifik. Beberapa yang cukup besar dan mayoritas sahamnya dikuasai penuh:
| Anak Usaha | Bidang | Kepemilikan UNSP |
|---|---|---|
| PT Agrowiyana | Perkebunan kelapa sawit | 99,93% |
| PT Bakrie Pasaman Plantations | Perkebunan kelapa sawit | 99,76% |
| PT Grahadura Leidongprima | Perkebunan dan pengolahan sawit | 99,99% |
| PT Sumbertama Nusapertiwi | Perkebunan dan pengolahan sawit | 99,99% |
| PT Huma Indah Mekar | Perkebunan dan pengolahan karet | 96,55% |
| PT Bakrie Renewable Chemicals | Pengolahan dan perdagangan karet | 55,17% |
| PT Bakrie Rekin Bio Energy | Bio-diesel | 70% |
Ada juga satu unit yang cukup unik, PT ASD-Bakrie Oil Palm Seed Indonesia, hasil kerja sama dengan ASD Costa Rica untuk mengembangkan benih sawit unggul. Fungsinya bukan jualan produk sawit, tapi riset dan produksi bibit, dengan kapasitas produksi sampai 20 juta benih per tahun. Ini bagian dari strategi perusahaan menjaga produktivitas kebun jangka panjang lewat program replanting.
Susunan Direksi dan Komisaris
Berdasarkan laporan tahunan perusahaan, jajaran pengurus UNSP saat ini terdiri dari:
Dewan Komisaris
- Presiden Komisaris: Nalinkant A. Rathod
- Komisaris: Anindya N. Bakrie
Dewan Direksi
- Wakil Direktur Utama: B.S. Vinayak
- Direktur: Andi W. Setianto
Kehadiran Anindya Bakrie di jajaran komisaris menegaskan posisi UNSP sebagai bagian dari lingkar bisnis inti Grup Bakrie, bukan sekadar investasi portofolio yang dilepas begitu saja.
Siapa Pemegang Saham UNSP?
Komposisi kepemilikan saham UNSP terdiri dari PT Bakrie Capital Indonesia sebesar 14,59%, Ernawati Ali 10,96%, Lie Leonard Djajali 9,21%, PT Biofuel Indo Sumatra 6,12%, Paradiso Resources Ltd 5,87%, dan sisanya 53,25% dimiliki masyarakat atau publik. Lebih dari separuh saham UNSP ada di tangan publik, bukan digenggam satu pemegang saham pengendali tunggal, meski Bakrie Capital tetap jadi pemegang saham tunggal terbesar.
Kondisi Terkini: Keuangan dan Status Saham
Ini bagian yang perlu diketahui kalau kamu mau memahami UNSP secara utuh, tapi sifatnya kondisi terkini, bukan identitas permanen perusahaan.
Sejak beberapa tahun terakhir, UNSP tercatat mengalami ekuitas negatif alias defisiensi modal, kondisi di mana total kewajiban lebih besar dari total aset. Angkanya sempat minus Rp5,96 triliun pada 2022, dan per kuartal I 2026 tercatat masih minus Rp5,27 triliun. Perusahaan sedang menjalani proses perbaikan struktur keuangan lewat restrukturisasi utang anak usaha dan rencana konversi sebagian utang jadi saham baru (skema PMTHMETD) yang diumumkan April 2026, yang jika terlaksana akan mendilusi kepemilikan pemegang saham lama sampai 85,30%.
Kondisi ini juga membuat sahamnya berkali-kali disuspensi BEI sepanjang akhir 2025 sampai pertengahan 2026, baik karena lonjakan harga yang tidak wajar maupun karena masuk pengawasan khusus akibat kondisi keuangan (mekanisme Full Call Auction). Sampai awal Juli 2026, UNSP masih berstatus disuspensi, tapi belum delisting dari bursa.
FAQ
UNSP itu perusahaan apa?
UNSP adalah kode saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk, perusahaan agribisnis Grup Bakrie yang bergerak di perkebunan sawit, karet, dan oleokimia, berdiri sejak 1911 dan tercatat di bursa sejak 1990.
Di mana lokasi kebun dan kantor UNSP?
Kebun dan basis operasional utamanya ada di Kisaran, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara. Kantor pusat administratif atau corporate center-nya berada di Bakrie Tower, Jakarta Selatan.
Apakah UNSP masih bagian dari Grup Bakrie?
Ya. Pemegang saham terbesarnya, PT Bakrie Capital Indonesia, adalah bagian dari Grup Bakrie, dan salah satu komisarisnya adalah Anindya Bakrie.





