Mau Coba Investasi P2P Lending? Ini Untung Rugi dan Mekanismenya Saat Ini

kerjabosSenin, 26 Januari 2026 | 17:17 WIB
Investasi P2P Lending Return Tinggi Tapi Risiko Besar, Begini Cara Kerjanya
Investasi P2P Lending Return Tinggi Tapi Risiko Besar, Begini Cara Kerjanya

Kerjabos.com - P2P lending atau peer-to-peer lending merupakan salah satu bentuk investasi digital yang menghubungkan langsung antara kamu sebagai pemberi dana (lender) dengan peminjam, baik individu maupun UMKM, melalui platform berbasis teknologi.

Di Indonesia, aktivitas ini diatur ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan kini semakin diminati karena menawarkan potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding deposito bank.

Hingga akhir 2025, industri ini terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Outstanding pembiayaan fintech P2P lending mencapai sekitar Rp 94,85 triliun, sementara laba industri melonjak hingga 90,4% year-on-year per November 2025. Ada hampir 100 platform yang sudah berizin OJK, menandakan ekosistem yang semakin matang meski tetap menghadapi tantangan.

Bagaimana Cara Kerja P2P Lending Sebenarnya?

Cara kerjanya cukup sederhana dan sepenuhnya online. Pertama, platform fintech lending terdaftar dan berizin OJK akan memverifikasi calon peminjam melalui proses kredit scoring berbasis data digital, termasuk riwayat transaksi, identitas, dan kemampuan bayar.

Setelah pinjaman disetujui, platform menawarkan peluang pendanaan tersebut kepada lender seperti kamu. Kamu bisa memilih pinjaman berdasarkan tenor (biasanya 1-36 bulan), tingkat risiko (rendah hingga tinggi), dan estimasi return. Dana kamu akan dicairkan ke peminjam, dan peminjam membayar cicilan pokok plus imbal hasil secara berkala.

Platform mengambil fee dari transaksi, baik dari peminjam maupun lender. Setelah tenor selesai atau cicilan lunas, dana pokok plus keuntungan kembali ke rekeningmu. Beberapa platform juga menyediakan fitur autodebet atau reinvest agar proses lebih mudah.

Keuntungan Investasi di P2P Lending yang Bikin Tertarik

Salah satu daya tarik utama P2P lending adalah potensi return yang jauh lebih tinggi daripada instrumen konvensional. Rata-rata imbal hasil bersih yang ditawarkan berkisar 12-20% per tahun, tergantung profil risiko pinjaman yang kamu pilih. Bahkan di beberapa platform, return bisa lebih tinggi untuk pinjaman berisiko tinggi.

Kemudahan akses juga menjadi nilai plus. Kamu bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal kecil, mulai dari ratusan ribu rupiah, tanpa perlu ke bank atau bertemu notaris.

Prosesnya cepat, transparan, dan bisa dilakukan kapan saja melalui aplikasi. Selain itu, P2P lending turut mendukung inklusi keuangan karena banyak membantu UMKM yang sulit mengakses kredit bank.

Risiko yang Harus Kamu Waspadai Sebelum Terjun

Meski menggiurkan, investasi P2P lending bukan tanpa risiko. Risiko terbesar adalah gagal bayar atau macet dari peminjam. Meskipun platform biasanya memiliki upaya penagihan dan asuransi kredit di beberapa pinjaman, tetap ada kemungkinan dana pokok tidak kembali 100%.

Risiko lain termasuk fraud atau platform nakal, meski semakin jarang karena pengawasan OJK yang ketat. Beberapa kasus di masa lalu menunjukkan pentingnya hanya memilih platform berizin resmi. Selain itu, likuiditas terbatas karena dana terkunci sesuai tenor, dan fluktuasi ekonomi bisa meningkatkan tingkat wanprestasi.

Regulasi terbaru OJK, termasuk batas maksimum manfaat ekonomi pinjaman daring, bertujuan melindungi konsumen dan menjaga stabilitas industri, tapi tetap tidak menjamin bebas risiko sepenuhnya.

Tips Aman Berinvestasi P2P Lending

Agar investasimu lebih terlindungi, pastikan platform yang kamu pilih terdaftar dan berizin di OJK. Cek daftar resmi di situs OJK untuk menghindari entitas ilegal.

Diversifikasi dana ke beberapa pinjaman dan platform berbeda untuk mengurangi risiko konsentrasi. Mulai dengan nominal kecil dulu sambil mempelajari performa platform. Perhatikan skor risiko, riwayat pembayaran peminjam, dan review lender lain.

Terakhir, jangan tergiur return terlalu tinggi tanpa memahami risikonya. Investasi selalu melibatkan trade-off antara potensi untung dan kemungkinan rugi.

Dengan pemahaman yang matang, P2P lending bisa menjadi pilihan investasi menarik di tengah era digital. Tertarik mencoba? Pastikan kamu mulai dari yang aman dan sesuai profil risikomu ya!