Kerjabos.com - Affinity bias merupakan salah satu bentuk bias tak sadar yang sering muncul dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan kerja. Fenomena ini bisa memengaruhi keputusan penting seperti rekrutmen, promosi, hingga kolaborasi tim. Meski terasa alami, affinity bias berpotensi menghambat keragaman dan inovasi jika dibiarkan berlarut-larut.
Apa Itu Affinity Bias?
Affinity bias, atau bias afinitas, adalah kecenderungan alami untuk lebih menyukai, mempercayai, atau mendukung orang-orang yang memiliki kesamaan dengan diri kita sendiri. Kesamaan tersebut bisa berupa latar belakang pendidikan, hobi, pengalaman hidup, pandangan politik, usia, bahkan minat pribadi seperti olahraga favorit atau genre musik.
Bias ini termasuk dalam kategori unconscious bias atau bias implisit, di mana otak kita secara otomatis merasa lebih nyaman dengan yang serupa karena dianggap lebih mudah diprediksi dan aman. Meski tidak selalu disadari, affinity bias bisa memengaruhi penilaian secara tidak adil, baik dalam konteks profesional maupun pribadi.
Contoh Affinity Bias dalam Kehidupan Sehari-hari dan Dunia Kerja
Affinity bias sering muncul tanpa kita sadari. Berikut beberapa contoh nyata yang kerap terjadi:
- Saat proses rekrutmen, seorang manajer cenderung memilih kandidat yang lulus dari universitas yang sama atau memiliki hobi serupa. Meski kualifikasi teknis kandidat lain lebih unggul, preferensi ini membuat keputusan condong ke arah kesamaan pribadi.
- Dalam evaluasi kinerja, seorang atasan lebih sering memberikan pujian atau kesempatan proyek kepada bawahan yang memiliki gaya komunikasi mirip dengannya, sementara bawahan dengan pendekatan berbeda kurang mendapat perhatian.
- Di tim proyek, anggota yang berbagi latar belakang budaya atau pengalaman serupa lebih mudah diajak brainstorming, sehingga ide dari anggota lain yang berbeda latar belakang kurang dipertimbangkan.
- Saat mempromosikan karyawan, pemimpin cenderung memilih orang yang terasa cocok secara personal, seperti yang memiliki pandangan politik atau gaya hidup mirip, daripada menilai murni berdasarkan prestasi.
Contoh-contoh ini menunjukkan bagaimana affinity bias bisa memperkuat homogenitas di tempat kerja, membatasi keragaman pemikiran, dan pada akhirnya menghambat kreativitas serta performa tim secara keseluruhan.
Dampak Negatif Affinity Bias
Jika affinity bias terus berlangsung, dampaknya bisa signifikan. Perusahaan mungkin kehilangan talenta berpotensi tinggi hanya karena perbedaan kecil, sementara inovasi terhambat karena kurangnya perspektif baru.
Selain itu, bias ini dapat memperburuk ketidaksetaraan, terutama bagi kelompok yang kurang terwakili seperti perempuan atau minoritas etnis, karena mereka lebih jarang mendapatkan kesempatan berdasarkan kesamaan dengan pemimpin yang dominan.
Cara Mengatasi Affinity Bias Secara Efektif
Kabar baiknya, affinity bias bisa diminimalkan dengan kesadaran dan langkah-langkah konkret. Berikut beberapa cara praktis yang bisa kamu terapkan:
- Tingkatkan kesadaran diri. Mulailah dengan mengenali pola perilaku. Perhatikan apakah kamu lebih nyaman berinteraksi dengan orang-orang tertentu dan tanyakan pada diri sendiri alasan sebenarnya.
- Gunakan kriteria objektif. Saat merekrut atau menilai kinerja, tetapkan rubrik penilaian yang jelas dan terukur berdasarkan kompetensi, bukan kesan pribadi. Proses terstruktur seperti wawancara berbasis kompetensi membantu mengurangi pengaruh bias.
- Libatkan perspektif beragam. Bentuk panel wawancara atau tim evaluasi yang beranggotakan orang-orang dari latar belakang berbeda untuk menyeimbangkan penilaian.
- Dorong interaksi lintas kelompok. Ikuti program mentoring silang atau kegiatan team building yang mempertemukan orang-orang dengan perbedaan signifikan agar terbiasa dengan keragaman.
- Lakukan pelatihan bias tak sadar secara rutin. Banyak organisasi kini menerapkan workshop untuk membantu karyawan mengidentifikasi dan mengelola bias implisit, termasuk affinity bias.
- Ambil waktu lebih lama untuk memutuskan. Hindari keputusan cepat berdasarkan feeling. Beri jeda untuk mengevaluasi secara mendalam dan bandingkan kandidat atau ide secara objektif.
Dengan menerapkan langkah-langkah ini secara konsisten, affinity bias bisa ditekan, sehingga keputusan menjadi lebih adil dan lingkungan kerja lebih inklusif.
Affinity bias memang bagian dari sifat manusia, tapi bukan berarti tidak bisa dikendalikan. Dengan kesadaran dan usaha sadar, kita bisa membangun hubungan serta keputusan yang lebih berimbang, membuka peluang bagi semua orang tanpa memandang kesamaan semata.





