Bisnis aksesoris masih terbuka lebar untuk dicoba, terutama karena kategori ini termasuk yang tumbuh paling kencang di e-commerce Indonesia belakangan ini. Data yang dihimpun dari lebih dari empat juta pesanan online sepanjang 2025 hingga awal 2026 mencatat kategori perhiasan dan aksesori naik 24 persen, hanya kalah dari kategori rumah dan taman yang tumbuh 32 persen. Artinya, minat pembeli terhadap produk seperti kalung, anting, gelang, hingga aksesoris rambut sedang berada di titik yang cukup ramai, tapi belum jenuh.
Fashion dan aksesoris secara keseluruhan bahkan tercatat sebagai salah satu kategori paling konsisten menyumbang transaksi di marketplace. Salah satu analisis pasar digital menyebut kontribusinya lebih dari 25 persen dari total transaksi e-commerce di Indonesia pada tahun ini. Angka ini penting bagi siapa pun yang sedang mempertimbangkan usaha aksesoris karena menunjukkan pasar yang dituju bukan sekadar tren sesaat, melainkan kategori belanja yang sudah punya basis pembeli tetap.
Kenapa Aksesoris Masih Jadi Pilihan Menarik
Salah satu alasan aksesoris tetap diminati sebagai ladang usaha adalah fleksibilitas modalnya. Berbeda dengan usaha kuliner yang butuh peralatan dapur dan bahan yang cepat kedaluwarsa, aksesoris bisa dimulai dengan bahan baku yang tahan lama dan modal yang bisa disesuaikan kantong. Untuk aksesoris rambut berbahan rajut misalnya, modal awal sekitar Rp250.000 sudah cukup untuk memproduksi beberapa desain, dengan harga jual yang bisa jauh lebih tinggi dari biaya produksinya karena nilai kerajinan tangan yang melekat.
Faktor lain yang membuat kategori ini menarik adalah kemudahan distribusi. Produk aksesoris ringan, mudah dikemas, dan ongkos kirimnya relatif murah dibanding produk fashion lain seperti pakaian atau sepatu. Hal ini membuat pelaku usaha rumahan bisa bersaing dengan toko fisik tanpa perlu menyewa ruko, cukup mengandalkan marketplace seperti Shopee dan Tokopedia atau live commerce di TikTok.
Niche Aksesoris yang Bisa Dipertimbangkan
Bukan semua jenis aksesoris punya peluang yang sama besar. Beberapa niche berikut relatif lebih mudah dimasuki pemula karena persaingannya belum terlalu padat dan kebutuhan modalnya tergolong ringan.
Aksesoris rambut handmade seperti bando, jepit, dan scrunchie masih diminati lintas usia, dari anak-anak sampai orang dewasa yang ingin tampil rapi tanpa ribet. Untuk segmen yang lebih premium, aksesoris rambut khusus acara pernikahan menawarkan margin keuntungan yang lebih besar meski proses produksinya lebih rumit dan butuh keahlian merangkai yang lebih tinggi.
Paket hampers aksesoris menjadi pilihan menarik karena nilai jualnya bukan hanya pada produk, tapi juga kemasan. Menggabungkan beberapa item kecil seperti scrunchie, jepit, dan ikat rambut dalam satu paket bisa dijual dengan harga yang jauh lebih tinggi dibanding menjual satuan, cocok untuk momen ulang tahun atau wisuda yang permintaannya cenderung musiman.
Aksesoris gadget seperti casing ponsel, tali lanyard, atau charm ponsel juga punya pasar tersendiri, terutama versi yang ramah lingkungan atau bergaya niche tertentu seperti journaling dan hobi spesifik. Model bisnis dropship cocok untuk kategori ini karena pelaku usaha tidak perlu menyimpan stok, cukup mengandalkan supplier tepercaya dan optimasi pencarian di marketplace.
Reseller atau jastip aksesoris impor juga layak dipertimbangkan bagi yang sudah punya jaringan pemasok luar negeri. Model ini memanfaatkan minat masyarakat terhadap produk luar yang belum banyak beredar di pasar lokal, meski margin keuntungannya sangat bergantung pada kemampuan mencari harga pemasok yang kompetitif.
Strategi Pemasaran yang Perlu Diperhatikan
Menjual produk saja tidak cukup di tengah persaingan yang makin ramai. Live commerce lewat TikTok atau Instagram kini jadi salah satu cara paling efektif untuk mendorong penjualan harian tanpa harus punya stok besar, karena konsumen cenderung lebih percaya pada interaksi langsung dibanding sekadar foto produk di katalog. Beberapa penjual bahkan mencatat lonjakan transaksi yang signifikan setelah rutin memanfaatkan fitur siaran langsung, meski hasilnya tetap bergantung pada konsistensi dan kualitas konten yang dibawakan.
Konten berupa artikel, video, atau ulasan produk juga terbukti banyak memengaruhi keputusan belanja online. Sebuah laporan mencatat konten editorial berkontribusi pada lebih dari 25 persen keputusan transaksi konsumen, sementara rekomendasi dari kreator konten juga punya pengaruh yang tidak kecil. Bagi pelaku usaha aksesoris, ini berarti investasi pada foto produk yang menarik dan narasi yang autentik sama pentingnya dengan kualitas barang itu sendiri.
Tantangan yang Perlu Diantisipasi
Peluang besar biasanya juga diikuti persaingan yang ketat. Karena modal masuk ke bisnis aksesoris relatif kecil, jumlah pemain baru terus bertambah, sehingga perang harga menjadi risiko nyata terutama untuk produk yang mudah ditiru seperti bando atau gelang manik-manik polos. Diferensiasi lewat desain khas, kemasan, atau segmentasi pasar yang lebih spesifik menjadi kunci supaya tidak terjebak dalam persaingan harga semata.
Tren aksesoris juga berubah cukup cepat mengikuti gaya hidup dan budaya populer. Produk yang laris bulan ini belum tentu masih diminati enam bulan ke depan, sehingga pelaku usaha perlu terus memantau apa yang sedang digemari di media sosial dan menyesuaikan desain tanpa kehilangan identitas produk. Bagi yang serius menjalankan usaha ini dalam jangka panjang, sebaiknya juga mulai mempertimbangkan legalitas usaha sederhana seperti NIB agar lebih mudah mengakses program pembiayaan UMKM atau bermitra dengan platform tertentu.
Peluang usaha aksesoris pada dasarnya bukan lagi soal ada atau tidaknya pasar, karena data menunjukkan pasar itu jelas ada dan terus tumbuh. Yang membedakan siapa yang bertahan dan siapa yang tenggelam adalah kejelian memilih niche yang sesuai kemampuan produksi, konsistensi dalam membangun citra produk, dan kecepatan beradaptasi dengan selera pasar yang terus bergeser. Pelaku usaha yang memulai dari niche kecil namun spesifik, alih-alih mencoba menjual segala jenis aksesoris sekaligus, umumnya punya peluang lebih besar untuk membangun basis pelanggan yang loyal.





